Batterai Udara Elektroda Cair Bisa Dipakai Hingga 7.000 Mil

  • Share

Beberapa pembuat mobil berusaha membuat mobil dengan Fuel Cell, tapi belum bisa dipasarkan karena harga hidrogennya yang tak kunjung turun. Padahal mobil bertenaga listrik adalah solusi terbaik untuk sarana transportasi. Saat ini para ilmuwan sedang mengembangkan baterai baru yang bisa dipergunakan hingga ratusan mil.

Saat ini EV (mobil listrik) masih sangat terbatas kemampuan jelajahnya serta memerlukan waktu pengisian cukup lama.Ini disebabkan baterai lithium-ion memiliki kerapat energi  terbatas. Sebagai gambaran bensin memiliki kerapatan energi 12,8kWh/kg.

banner 336x280

Memang tidak bisa semua dipergunakan karena mesin terbaik saat ini hanya memiliki efisiensi termal 34% saja. Bila dibandingkan mesin bensin, energi baterai jauh dibawahnya. Sebagai contoh rata-rata enegri yang dipergunakan oleh Nissan Leaf adalah 120Wh/kg, jelas sangat kecil.

Energi yang dibawa pun sangat jauh bedanya, dalam Nissan Leaf ada baterai berkemampuan 24Kwh sedang di mobil bensin ada tangki dengan energi 550kWh, walau yang bisa dipergunakan hanya sekitar 187kWh saja, terkait dengan efisiensi.Jelas sangat jauh bila mengharapkan baterai bisa memenuhi kebutuhan perjalanan antar kota, karena energi dari tangki masih 7 kali lebih besar dibanding baterai EV.

Kita tinggalkan perhitungan rumit, para peneliti di George Washinton University sedang mencari jawaban atas kebutuhan baterai listrik berkemampuan besar, karyanya berupa Molten Air Batteries.

Ini adalah baterai tipe baru yang bisa diisi ulang mempergunakan elektrolit yang dicairkan serta oksigen dari udara. Elektron diambil dari elektroda seperti besi, karbon atau vanadiom boride. Baterai baru ini memiliki kepadatan energi sekitar 11 hingga 50 kali lebih besar dibanding dengan lithium-ion.

Artinya, bila Nissan Leaf mempergunakan baterai ini maka mobil bisa melaju hingga 7.000 mil (11.265km). Jadi pemiliknya baru perlu melakukan pengisian ulang sekitar enam bulan kemudian.

Melihat apa yang terjadi didalam baterai, pertama oksigen diambil dari udara, kemudian dimasukan ke baterai dalam jumlah besar. Sementara oksigen masuk, eletrolit diubah dari padat kecair pada suhu sekitar 700 hingga 800 derajat Celcius. Suhu operasi yang  tinggi menjadikan masalah dari konsep ini agar bisa segera diaplikasikan.

Bila dibandingkan, mesin dengan pembakaran dalam pun panasnya tidak setinggi itu, bila itu bisa dipergunakan kita bayangkan bahwa di ruang mesin mobil sedang ada lava mencair yang super panas. Untuk bisa mempergunakan dan menjaga baterai bisa dalam kondisi panas masih menjadi misteri.

Salah satu yang telah berhasil dan bisa digunakan pada kendaraan listrik adalah baterai dual-karbon. Nah sambil menunggu baterai panas bisa dipergunakan, dual-karbon adalah terbaik yang ada saat ini.

banner 336x280
Hosting Unlimited Indonesia
  • Share
Cloud Hosting Indonesia