Truk Masa Depan Bisa Melaju Sendiri ke Tujuan

  • Share

Bila mobil  beberapa mobil yang diluncurkan memiliki kemampuan pengendaraan sendiri, tak ketinggalan dengan truk. Bayangkan betapa melelahkannya seorang sopir truk berada diatas jok berjam-jam dalam perjalanan menempuh ratusan mil, belum lagi mereka harus memikirkan bagaimana mengendarakan truknya agar tetap irit. Atas dasar itu Mercedes-Benz memutuskan untuk membuat truk yang mempunyai kemampuan berjalan sendiri yang mungkin mulai bisa dilakukan pada 2025 nanti.

Truk masa depan 2025 dibeberkan di Magdeburg, Jerman. Untuk mempunyai sebuah kendaraan dengan teknologi pengendaraan otomatis memang harus menunggu. Mercedes-Benz Actros 1845 salah satu mobil yang akan menjadi kelinci percobaan. Mobil bermesin 449tk dan torsi 2.200Nm disandingkan dengan transmisi 12 kecepatan otomatis dari PowerShift 3 akan dicoba berjalan mencari tujuan sendiri.

banner 336x280

Sistem dengan nama “Highway Pilot” merupakan fitur yang mengandalkan 4 buah sensor radar disekeliling mobil dan komunikasi WiFi. Teknologi yang memungkinkan mobil untuk berjalan sendiri, mobil masa depan.

Di bagian depan, sensor radar di bagian bawah bemper akan memindai hingga jarak 250 meter dengan lebar sudut 18o. Sensor jarak pendek akan memindai hingga jarak 70 meter dengan sudut 130o, keduanya akan menjadi patokan untuk Proximity Control Assist dan pengereman darurat atau Braking Assist (saat ini sudah dipasangkan dibeberapa truk).

Membantu kedua radar di depan ada dua buah kamera stereo yang bekerja sejauh 100 meter dengan area pemindaian 45o pada bidang datar dan 27o pada bidang tegak. Dengan memanfaatkan perangkat lunak mutakhir, perangkat akan mampu mengidentifikasi alur jalan, pejalan kaki, obyek diam atau bergerak, rambu jalan atau dengan kata lain memindai semua kondisi dan apa yang ada di jalan.

Ada pula radar samping bersudut pandang 170o dikedua sisinya yang akan memindai lebih dari 60 meter dikedua arahnya. Data yang dibaca oleh semua sensor akan dianalisa oleh sebuah komputer utama dengan prosesor multi-core berperforma tinggi. Dengan itu bisa dilakukan pemantauan secara berkesinambungan diseputar truk.

Dalam rancangan kedepan, perangkat juga berkesesuaian dengan komunikasi mobil ke mobil (Vehicle-to-Vehicle) dan kendaraan ke infrastruktur (Vehicle-to-Infrastructure), jelas V2V dan V2I akan menjadi pendukung kelengkapan truk. Untuk mengetahui apa yang terjadi disekitarnya atau di jalan yang akan dilalui mobil dilengkapi WiFi dengan kemampuan jangkauan 500 meter.

Semua sistem akan bekerjasama menghasilkan sebuah truk yang nantinya bisa berjalan sendiri. Saat “Highway Pilot” dihidupkan maka pengendaranya bisa memutar joknya 45o untuk beristirahat. Bila truk sudah dilengkapi data GPS maka bisa langsung meluncur ke tujuan.

Hanya saja untuk keamanan, pengendara truk tidak boleh meninggalkan tempat duduknya, harus terus memonitor lewat kamera dan sensor yang ada. Walaupun truk bisa berjalan sendiri dan beradaptasi dengan jalan yang dilaluinya, dengan sistem ini truk tidak akan bisa mendahului kendaraan lain atau berpindah jalur. Pengendara harus memberitahu arah yang dituju dan biarkan mobil mengambil kendali.

Berkaitan dengan itu, DR, Wolfgang Bernhard, Daimler Board of Management mengatakan: “Bila pemerintah bisa mewujudkan perangkat untuk pengendaraan mandiri/otomatis dengan cepat, peluncuran Highway Pilot bisa dipercepat hingga pertengahan dekade mendatang.”

banner 336x280
Hosting Unlimited Indonesia
  • Share
Cloud Hosting Indonesia