Perbedaan Besar Antara Boxer dan Mesin Datar

  • Share

Mesin pembakaran internal (pembakaran dalam) bagi orang awam cara kerjanya terlihat misterius. Mekanisme utamanya dikenal sebagai batang torak dan poros engkol, perangkat ini sering disebut sebagai mesin gergaji Hierapolis, sebuah alat yang bekerja naik turun ada pada abad ke-3 Masehi.

Namun, awal mula mesin pembakaran internal berasal dari jasa Jean Joseph Etienne Lenoir, seorang Belgia yang mengembangkan mesin berbahan bakar gas dengan menggunakan batang torak, torak, silinder dan roda gila pada 1860. Desain Itu bukan tanpa kesalahan, tapi Nikolaus Otto berhasil membuat perangkat pengaturan agar bisa lebih baik dalam membakar bahan bakar, serta agar lebih efisien.

banner 336x280

Sejak 1862, mesin pembakaran internal perlahan tapi pasti mulai dimanfaatkan. Hal ini menjadi salah satu utilitas yang paling penting pada kehidupan modern seperti keperluan akan listrik dan air panas. Tapi sejak pertengahan 1800-an, kebanyakan orang dan bahkan para pencipta mesin pun masih belum tahu bahwa ada perbedaan sangat kecil tapi penting pada arsitektur mesin yang pernah dibuat. Mesin Boxer tidak boleh keliru dengan mesin V datar.

Ujung dari poros engkol atau atau crankpin, apa pun sebutannya, tempat perangkat penghubung menempel pada bantalan poros engkol, disana tempat perbedaan antara mesin Boxer dan mesin datar (V datar/horisontal dengan sudut 180o). Sederhananya, mesin Boxer mempunyai crankpin untuk setiap silinder, sedangkan mesin datar menggunakan satu crankpin per dua silinder horizontal berlawanan.

Sebuah contoh utama dari kesalahpahaman otomotif ini ada di Ferrari Berlinetta Boxer. Meskipun namanya menggunakan istilah Boxer, mesinnya terdiri dua rangkaian enam silinder yang saling bertolak belakang secara horizontal, padahal mobil eksotis 70-an dari Itali ini menggunakan mesin V12 180 derajat, bukan sebuah Boxer. Dengan sudut konfigurasi V 180 derajat tidak harus menjadikan sebuah mesin Boxer, karena torak dan batang penghubungnya masih berbagi pada satu crankpin.

Jangan sampai kita salah. Mesin V12 datar sangat melekat dengan kesan kesimbangan. Selama siklus pembakaran, mesin segaris enam silinder dengan dua torak turun, dua naik dan dua di tengah sehingga operasinya sangat seimbang. Mobil yang murni mempergunakan teknologi Boxer adalah Porsche atau Subaru. Alfa Romeo pernah membuat beberapa mesin Boxer saat masa jayanya, tapi tidak dilakukan lagi setelah berada dalam Fiat Chrysler Group. Jika Anda seorang pria penggemar sepeda motor, BMW memproduksi mesin Boxer berpendingin air dipergunakan di motor off-road/on-road pada motor seri GS.

Bagaimana dengan konfigurasi mesin yang lebih umum seperti inline empat silinder yang cukup banyak dipakai di mobil-mobil kecil saat ini. Desain ini nyata tidak seimbang, tetapi tidak perlu ditakutkan. Getaran bisa mengguncang mesin, ini bisa dikurangi dengan penggunaan poros penyeimbang atau roda gila khusus. Tentu saja, ada metode hi-tech lain untuk mengimbangi ketidakseimbangan ini.

banner 336x280
Hosting Unlimited Indonesia
  • Share
Cloud Hosting Indonesia