Biar Kalian Paham Begini Hubungannya Teknologi Idling Stop System (ISS) Dan Alternating Current Generator (ACG)

Sebuah terobosan baru telah hadir, sistem Idling Stop System (ISS) sudah banyak dipergunakan di kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan roda empat.  ISS di motor dipopulerkan oleh Honda.   ISS sendiri adalah suatu sistem yang dikembangkan untuk mengurangi emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar yang bertugas mematikan mesin saat keadaan idle, seperti saat berhenti di persimpangan jalan atau menunggu antrian saat macet. ISS akan secara otomatis menghidupkan mesin begitu tuas gas diputar di mobil manual mesin akan hidup dengan menekan pedal kopling.

banner 336x280

Dalam kerjanya ISS sangat tergantung pada Alternating Current Generator (ACG) yang bertugas menghidupkan dan mengisi aki kendaraan.  ACG adalah salah satu sistem kelistrikan kendaraan gabungan antara fungsi starter dan generator. 

Secara teknis keduanya sangatlah berbeda dimana generator akan menghasilkan listrik oleh adanya putaran mesin sedang starter memerlukan tenaga listrik untuk memutarkan mesin. Kapan berfungsi sebagai generator dan kapan sebagai starter semua diatur langsung oleh ECU.

ISS mempunyai keuntungan seperti telah disebut terdahulu, apa keunggulan dan keuntungan ACG?

ACG, khususnya untuk sistem starter, bersuara sangat halus karena tidak ada lagi gesekan atau perangkat mekanis lainnya selain stator dan rotor starter. Saat melakukan starter dimana bagian stator yang berisi kumparan kawat akan dialiri arus listrik dari aki.  Aliran listrik pada stator akan menghasilkankan fluks magnet untuk memutar rotor yang terhubung langsung dengan poros engkol.  Dengan dihilangkannya komponen yang bekerja saling bergesekan menjadikan sistem stater lebih awet dan bekerja lebih efisien.

Setelah mesin hidup fungsi ACG beralih menjadi generator untuk menopang kebutuhan listrik kendaraan serta mengisi kembali aki. Ada perbedaan pengisian aki konvensional dan ACG, sesaat setelah mesin hidup, aki hanya diisi dengan tegangan cukup rendah hanya 12 Volt, dimana normalnya bisa sampai 14,5 Volt. 

Tujuannya agar kendaraan terasa ringan untuk berakselerasi karena rendahnya beban untuk pengisian aki. Dibeberapa kendaraan malah aki tidak mendapat pengisian saat akselerasi.  Hal ini banyak dikhawatirkan para pengguna yang beranggapan, jangan-jangan akinya tekor. 

Kemungkinan terjadinya aki tekor kecil kemungkinan terjadi, aki akan mendapat pengisian pada tegangan normal yaitu 14,5 Volt saat  kendaraan melaju pada kecepatan konstan serta saat perlambatan. Pengisian saat melakukan perlambatan sangatlah menguntungkan karena energi yang biasanya terbuang di sistem rem kini dimanfaatkan untuk mengisi ulang aki.

Satu hal lagi yang perlu diketahui, ACG tidak aktif saat mesin masih dingin. ECU akan mengaktifkan ACG bila suhu mesin sudah berada di atas 50oC.  Dengan demikian maka mesin selalu dalam kondisi optimal, irit dan bertenaga.

banner 336x280
Hosting Unlimited Indonesia
Cloud Hosting Indonesia